
Sosialisasi Deteksi Dini Bagi Pelajar SMA dan Sederajat Kota Yogyakarta
Yogyakarta, 17 September 2025 — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Yogyakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini bagi Pelajar, yang diikuti oleh perwakilan pelajar tingkat SMA dan sederajat se-Kota Yogyakarta. Kegiatan berlangsung di Hotel Lamora, Sagan, Yogyakarta, dan dihadiri oleh narasumber dari unsur legislatif, aparat kepolisian, serta akademisi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap pentingnya deteksi dini dan kewaspadaan terhadap potensi kerawanan sosial, terutama di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Narasumber dan Materi Sosialisasi
🟩 1. Bapak Indaruwanto Eko Cahyono
Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta
Membuka sesi pertama, Bapak Indaruwanto Eko Cahyono menekankan pentingnya peran pelajar sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini masyarakat. Ia menjelaskan bagaimana kebijakan daerah berperan dalam pembinaan karakter generasi muda.
“Pelajar harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan sekolah dan sekitarnya dari potensi gangguan sosial. Deteksi dini bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab setiap warga, termasuk generasi muda,” ujar Bapak Indaruwanto.
Beliau juga menambahkan bahwa DPRD mendukung penuh kegiatan yang menguatkan peran pelajar dalam menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif di Kota Yogyakarta.
🟦 2. Bapak Suryadi, S.E.
Perwakilan Satuan Intelkam Polresta Kota Yogyakarta
Dalam paparannya, Bapak Suryadi menjelaskan pentingnya kewaspadaan di era digital, di mana penyebaran informasi yang cepat dapat menjadi peluang sekaligus ancaman bagi pelajar.
“Saat ini banyak potensi gangguan keamanan yang berawal dari dunia maya. Pelajar harus bijak dalam menggunakan media sosial, mampu memilah informasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,” terang Bapak Suryadi.
Ia juga mengajak peserta untuk berperan aktif dalam menciptakan situasi yang aman di lingkungan masing-masing melalui komunikasi yang baik dan tanggap terhadap tanda-tanda kerawanan sosial.
🟥 3. Bapak Dr. Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng.
Akademisi Universitas Amikom Yogyakarta
Sebagai penutup, Bapak Dr. Erik Hadi Saputra menyoroti pentingnya literasi digital dan etika bermedia bagi pelajar. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran moral dan sosial.
“Teknologi bukanlah ancaman jika kita menggunakannya dengan bijak. Pelajar harus menjadi agen literasi digital yang mampu menebarkan hal-hal positif di dunia maya dan menjaga harmoni sosial di dunia nyata,” pesan Dr. Erik.
Beliau juga menekankan bahwa deteksi dini di era digital tidak hanya tentang keamanan fisik, tetapi juga tentang bagaimana menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif.
Peserta dan Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan SMA, SMK, dan MA se-Kota Yogyakarta, khususnya siswa yang aktif dalam organisasi sekolah seperti OSIS. Melalui kegiatan ini, FKDM berharap pelajar mampu:
- Mengenali secara dini potensi gangguan sosial di lingkungan sekolah.
- Menjadi agen informasi yang membawa semangat persatuan dan kepedulian sosial.
- Mengembangkan sikap kritis dan bijak dalam menghadapi informasi digital.
Penutup
FKDM Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjalin sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Melalui sosialisasi seperti ini, diharapkan lahir generasi muda Kota Yogyakarta yang cerdas, tanggap, beretika, dan berdaya dalam menjaga ketahanan sosial serta keamanan lingkungan.











