SAMBUTAN KEPALA BADAN KESBANGPOL
Yang saya hormati Ketua FKDM Kota Jogja, Ibu Sekban, anggota Poldagri, dan anggota FKDM se-Kota Jogja. Pagi ini kita akan menyampaikan gambaran terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Kita akan memotret kondisi seluruh wilayah di Jogja yang akan dijelaskan oleh teman-teman Poldagri untuk memberikan gambaran kondisi pemilu di Kota Jogja.
Pelaksanaan Pilkada terdiri dari beberapa proses. Baru kemarin kita menyampaikan kepada teman-teman parpol terkait visi dan misi paslon walikota. Dari pemaparan ini, silakan teman-teman Poldagri menyampaikan hal-hal yang perlu kita waspadai agar kejadian pemilu sebelumnya tidak terulang, sehingga penanganan yang kita lakukan bisa lebih baik. Dengan persiapan jauh-jauh hari, semoga kita dapat meminimalisir gesekan-gesekan yang mungkin terjadi.
Kemarin dari Golkar sudah mengumumkan beberapa paslon walikota Jogja, namun di Kota Jogja sendiri belum ada paslon walikota yang benar-benar fix, sehingga kondisi di Kota Jogja tidak sepanas kota-kota lain yang sudah memiliki paslon tetap. Kami dari Kesbangpol sangat berharap kerja sama dari FKDM yang dapat memberikan informasi kepada kami mengenai hal-hal yang terjadi di lapangan, sehingga kami bisa mengambil tindakan yang tepat. Nanti kita akan adakan forum diskusi terkait pemetaan kondisi pemilu yang telah disusun oleh teman-teman Poldagri, sehingga kita bisa merespon lebih cepat dan penanganan yang dilakukan bisa lebih baik.
SAMBUTAN KETUA FKDM KOTA JOGJA
Yang saya hormati Kepala Badan Kesbangpol, Ibu Sekban Kesbangpol, rekan-rekan bidang Poldagri, dan teman-teman anggota FKDM Kota Jogja. Dalam rangka Pilkada yang sebentar lagi akan dilaksanakan, sesuai dengan yang dikatakan oleh Bapak Ketua Badan Kesbangpol tadi, betul bahwa bapak ibu yang ada di sini pasti ada yang menjadi PPK dan PPS dalam proses pemilu. Semoga apa yang disampaikan oleh teman-teman Kesbangpol Kota Jogja ini bisa menjadi bagian dari tugas kita dalam rangka menciptakan Kota Jogja yang aman dan damai dalam pelaksanaan Pilkada yang akan datang.
SAMBUTAN SEKBAN
Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua FKDM karena telah menyelenggarakan pertemuan ini, dan terima kasih kepada Pak Kaban yang sudah menyempatkan waktu. Pada kesempatan kali ini, saya menyampaikan bahwa dalam rangka Pilkada, Kesbangpol telah membentuk 3 tim, yaitu tim pemantauan pemilu, tim survei pemantauan langsung, dan tim lain.
Selama memantau pemilu kemarin, banyak hal yang didapatkan oleh tim survei karena mereka langsung ke lapangan bertemu masyarakat, sehingga kami bisa memetakan banyak hal. Kami berharap ini adalah pertemuan pertama dan akan ada rangkaian pertemuan selanjutnya dengan hasil yang kami dapatkan. Hasil survei perlu disampaikan bahwa mitra kami sangat berkompeten dan harapan kami ini akan menjadi modal input bapak ibu ketika ada Pilkada.
Untuk itu, apa yang terjadi di pemilu akan menjadi masukan untuk melakukan deteksi dini terkait hal-hal yang terjadi di wilayah. Mungkin bulan depan kami akan mengundang bapak ibu untuk menyampaikan hal-hal lainnya agar bisa menjadi input bagi bapak ibu untuk melakukan deteksi dini. Kami dari Kesbangpol mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jogja. Kemarin sempat ada penurunan fenomena partisipasi politik. Berdasarkan hal tersebut, kami mengantisipasi dengan cara melakukan promosi agar masyarakat mau menggunakan hak suara.
Namun ada indeks yang menurun, yaitu indikasi DPT, dan tantangan kita adalah membuat Pilkada agar menarik seperti Pilpres. Bapak dan ibu pada pagi ini, kami dari Kesbangpol akan di belakang untuk mengundang teman-teman survei yang terbagi jadi 5 dapil. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Selama setengah hari ini kita bisa berdiskusi tentang pemantauan yang kita lakukan kemarin.

DISKUSI TERMIN 1
- TEGALREJO: Pemerintah selalu membuat regulasi tetapi menyuruh masyarakat untuk membaca sendiri. Siapa yang bisa membaca sebanyak itu? Sehingga sampai saat ini hasil di masyarakat nol. Saya mohon dengan forum ini ada bimtek kepada tokoh masyarakat untuk evaluasi regulasi-regulasi karena hal itu hanya diketahui oleh orang-orang tertentu seperti orang partai. Saya mohon Kesbangpol bisa memfasilitasi tim-tim untuk turun ke 45 kelurahan supaya kita bisa menyambung kepada masyarakat, melakukan sosialisasi dan diskusi indeks masyarakat terkait Pilkada. Partai harus hadir agar konflik yang terjadi bisa kita minimalisir. Mudah-mudahan dialog ini bisa berkesinambungan.
- Dalam proses Pilkada ini ada permasalahan yang muncul karena perbedaan pemahaman. Regulasi tersebut tidak mudah dicermati oleh masyarakat. Pelaksanaan bimtek tersebut membutuhkan waktu tersendiri, tidak bersamaan dengan penyuluhan, sehingga regulasi tersebut tidak maksimal. Demokrasi yang kemarin kita jadikan pembelajaran, tetapi kita berharap demokrasi yang akan terjadi harus bermartabat, berintegritas. Saya yakin banyak orang pintar yang bisa mewujudkan sehingga proses ini harus dikawal dengan baik dan ketegasan dari Bawaslu menjadi penting dalam pelaksanaan Pilkada. Kami berharap dari Poldagri bisa menetapkan titik rawan, harus berkesinambungan, dan berupaya untuk menjadi bagian tim dari Poldagri untuk menciptakan demokrasi Jogja yang jujur dan aman. Sekarang Jogja masih aman tetapi tidak tahu dengan waktu yang akan datang. Oleh karena itu, apa yang dilakukan Poldagri sudah bagus tetapi saya berharap ke depannya iklim yang diciptakan tetap bagus sehingga partisipasi masyarakat FKDM sangat dibutuhkan dalam proses Pilkada ini.
- REJOWINANGUN KOTA GEDE: Calon-calonnya santun tetapi tim sukses yang menyebabkan gesekan. Tentang pemasangan alat peraga, aturan yang diciptakan harus ditaati atau dilanggar karena banyak yang tidak memasang. Banyak dalam satu RT KTP-nya banyak yang numpang sehingga kita susah mengontrol jumlah orang yang nyoblos.
- COKRODININGRAT: Dana pemilu, usia batasan KPPS.
PAK IPUT: Kami berharap penyelenggaraan pemilu di Kota Jogja bisa lancar dan sukses, karena nantinya bisa mempengaruhi kualitas pembangunan. Jadi nanti penyelenggaraan Pilkada sesuai regulasi. Saya harapkan apa yang menjadi temuan dan catatan di tiap wilayah akan kita diskusikan terkait indeks komunikasi dari KPU tentang penyelenggaraan pemilu. Kami sering turun wilayah terkait survei potensi kerawanan kondisi. Tugas kita adalah melakukan evaluasi politik yang ada di dalam Kota Jogja.
DISKUSI TERMIN 2
- KOTA BARU: Terkait dengan pernyataan bahwa pemilu 2017 sebagai aib, menurut saya itu tidak benar karena 2017 calonnya hanya dua dan selisih suaranya tidak sampai 2 persen. Saya rasa itu sesuatu yang wajar dan biasa saja. Terkait dengan wilayah di Kota Jogja dasarnya dejure, RT RW itu tidak tahu jumlah pasti KK yang tinggal di wilayah. Kemarin saya menerima hampir 30 KK, jadi itu problematik. Di lapangan sendiri juga ada beberapa masalah. Saya juga tidak yakin dengan perjokian yang ada di Jogja. Kita sebagai warga Jogja harus mengantisipasi potensi-potensi gesekan yang ada di wilayah dan proses Pilkada bisa terlaksana dengan lancar, dan tim suksesnya bisa menciptakan kondusivitas di Kota Jogja.
- KEMANTEN: Menurut saya Jogja bisa aman jika Bawaslu dan masyarakat bisa bekerja sama. Jika ingin Jogja aman, Kesbangpol bisa menjadi mediasi dan memfasilitasi antara pihak yang berseteru, karena pengalaman pemilu yang kemarin juga seperti itu.
- PRINGGO KUSUMAN: Pemilu kemarin yang di Februari relatif aman, gesekan-gesekan pasti terjadi tetapi jauh lebih aman. Berterima kasih kepada teman-teman yang di lapangan. Salah satu keberhasilan dari mencegah keributan yang terjadi yaitu pengelolaan kampanye terbuka dan penanganan dari knalpot brong. Berkaca dari Pilkada 2017, perlu dicermati adanya surat suara yang tidak sah dengan jumlah yang sangat tinggi karena hal itu bisa menjadi prasangka dari paslon yang kalah. Itu yang menimbulkan gesekan tinggi pada saat perhitungan suara. Justru yang harus diwaspadai itu ada di tingkat ASN karena mau tidak mau walikota itu adalah pembina ASN dan sangat mungkin mereka terseret arus dukung-mendukung. Alat kelengkapan kampanye terutama yang dilakukan oleh pihak ketiga yang kebanyakan tidak ada izin, nah itu akan menjadi masalah jika yang dipasangi tidak berkenan. Money politik yang kemarin sangat aktif dan luar biasa.
- Menyambung dari money politik, hal itu kan kaitannya dengan intimidasi. Kebetulan dari wilayah kami money politik itu masih sangat terjadi tetapi aktor itu tahu kapan mereka akan melakukan money politik. Dari sisi lain, setelah mereka melakukan itu, teman-teman mereka akan melakukan intimidasi. Kami melaporkan hal tersebut tetapi tidak ada





