Yogyakarta—Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kemantren Mergangsan. Bertempat di Pendopo Manunggal, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Kamis (4/7), kegiatan dilaksanakan dalam rangka koordinasi, menguatkan deteksi dini guna menjaga Kondusifitas Wilayah.
Acara FGD ini dihadiri oleh Pengurus FKDM Mergangsan, FKDM Kelurahan se-Mergangsan, Forkompimtren Mergangsan, Lurah se-Mergangsan, dan Tokoh Masyarakat.
Dalam sambutannya, Mantri Pamong Praja (MPP) Mergangsan Pargiyat menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, yang telah bersinergi dalam memetakan potensi konflik dan deteksi dini di wilayah Kemantren Mergangsan.
“Alhamdulillah dalam pemilu 2024 kemarin, wilayah Mergangsan kondusif dan tidak terjadi konflik yang berarti. Ini atas sinergi dan kerjasama semua pihak, berhasil mengantisipasi dan tidak terjadi konflik yang tidak diinginkan”, ujar Pargiyat dihadapan lebih dari
Ia berharap FKDM Kemantren Mergangsan berperan aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah. Selain itu, keberadaan FKDM juga terus memetakan potensi konflik dan deteksi dini, lebih-lebih saat ini ketiga Kelurahan telah deklarasi Kelurahan Bersinar.
Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta, Nindyo Dewanto dalam sambutannya mengatakan, saat ini di Pemerintah Kota Yogyakarta ada empat isu untuk dicermati dan dipetakan oleh FKDM.

Menurutnya, isu tersebut : masalah sampah, permasalahan warga yang berasal dari daerah timur, isu narkoba dan isu terkait PILKADA.
“FKDM sekecil apapun dapat berkoordinasi dengan pihak terkait secara berjenjang. FKDM adalah mata dan telinga kami Pemerintah Kota Yogyakarta”, ujar Bpk. Nindyo.
FGD ini diisi dengan narasumber dari Kepala Kesbangpol Kota Yogyakarta, dan Wakasat Narkoba Polres Yogyakarta, AKP Untoro menyampaikan perkembangan narkoba dan miras di Kota Yogyakarta.
“Mohon bantuan informasi kepada FKDM terkait dengan indikasi peredaran narkoba, disampaikan secara berjenjang,” harap Bpk. Untoro.

Sedangkan FX. Wisnu Sabdono Putri, Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, menyampaikan tentang posisi FKDM, apakah perlu nampak dipermukaan atau silent atas kegiatan peran dan fungsi FKDM. Selain itu, perlu pelatihan negosiasi bagi FKDM.

“Komisi siap mendukung atas kegiatan dan keberadaan FKDM, termasuk anggaran FKDM”, ujarnya. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan diskusi yang diikuti oleh seluruh peserta FGD. Dalam diskusi ini, para peserta menyampaikan berbagai ide dan gagasan untuk meningkatkan kinerja FKDM.







